Alergi Pewarna Rambut Kimia, Kenali Bahan dan Cara Mengatasinya

rambut warnaMewarnai rambut memang bisa membuat penampilan seseorang menjadi berbeda. Tak heran jika banyak dari mereka yang akhirnya mengubah warna rambut alaminya dengan warna yang berbeda. Apalagi semakin berkembangnya trend rambut dari tahun ke tahun membuat orang ingin selalu tampil beda.

Pada usia tua, pewarnaan rambut lebih banyak dilakukan sebagai solusi mudah untuk menyembunyikan uban. Beredar luasnya produk-produk pewarna rambut dipasaran membuat sebagian orang bingung tentang keamanan bahan kimia yang digunakan, terutama bagi mereka yang alergi. Karena menurut penelitian, bahan-bahan kimia yang terdapat pada cat rambut bisa membahayakan kesehatan penggunanya.

Berikut jenis pewarna rambut dan kandungan didalamnya :semi permanen

  • Pewarna rambut temporer

Jenis ini biasanya hanya digunakan saat acara-acara tertentu saja dan mengharuskan mewarnai rambut seketika. Teknik ini hanya menutupi rambut saja, tidak sampai meresap ke batang rambut. Pewarna rambut semacam ini biasanya berbentuk shampo, spray, gel atau foam. Kandungan utamanya adalah coal-tar yang dapat hilang setelah satu kali keramas.

  • Pewarna rambut semipermanen

Cat rambut jenis ini memiliki kandungan hidrogen dan amonia yang sedikit. Namun ada pula beberapa produk yang tidak menggunakan kedua bahan tersebut. warna rambut jenis pewarna ini bisa hilang setelah 4 sampai 5 kali keramas. Ini dikarenakan karena pewarna jenis ini hanya menembus batang tanpa memudarkan warna aslinya.

Cat ini dianggap aman, namun masih ada kemungkinan ada komposisi lain yang memicu kanker seperti para-fenilendiamina (PPD).

  • Pewarna rambut permanen

Cara ini sering digunakan karena memberikan efek yang tahan lama dan tak perlu mengecat berulang. Tekhnik yang digunakan biasanya menggunakan tekhnik oksidasi. Oksidator yang dipakai biasanya hidrogen peroksida dan amonia. Kombinasi antara bahan-bahan kimia tesebut dapat memudarkan warna asli rambut sehingga menjadi kanvas kosong dan bisa diwarnai apa saja. Sementara amonia berfungsi membuka pori-pori rambut sehingga warna bisa melekat dan mempercepat reaksi pewarnaan pada rambut.

Alergi terhadap pewarna rambut, tingkat keparahannya berbeda tiap orang. Namun dalam beberapa kasus, reaksi alergi yang ditimbulkan mulai terlihat dalam rentang 24 jam setelah pemakaian.

Gatal pada kulit kepala adalah gejala yang umum dari reaksi alergi pewarna rambut. Lebih lanjut kulit kepala mungkin menunjukan tanda-tanda pembentukan jerawat atau melepuh. Dermatitis juga gejala umum yang sering terjadi, namun konteksnya tak hanya pada kulit kepala, tapi juga menyebar ke dahi hingga leher. Dalam kasus yang berbeda, dermatitis parah juga dapat termanifestasi dalam bentuk pembengkakan mata, demam, mual sehingga sulit menelan makanan.

Pengobatan

Berikut beberapa cara pengobatan dan perawatan alergi pewarna rambut :

  • Menghilangkan cat rambut

Mencuci rambut dengan shampo merupakan salah satu cara mengurangi reaksi alergi dari penggunaan pewarna rambut. Ruam dan gejala alergi lain adalah bentuk penolakan tubuh terhadap bahan-bahan kimia. Menghindari pemakaian akan lebih bijaksana untuk menghindari beberapa resiko.

  • Kortikosteroid

Obat ini mampu mengatasi pembengkakan disekitar wajah dan kelopak mata. Namun harus dengan resep dokter untuk mencegah terjadinya efek samping yang tidak diinginkan. Obat luar atau topikal bisa menjadi pilihan untuk pengolesan pada kulit kepala yang alergi.

  • Benadryl

Obat ini dianggap efektif untuk melawan efek dari reaksi alergi. Pada dasarnya obat ini adalah Antihistamin yang mampu mengobati sejumlah kondisi kesehatan seperti alergi. Dianjurkan konsultasi dengan dokter sebelum mengambil obat ini untuk menentukan dosis yang tepat.

Tips mewarnai rambut yang aman

Jika anda masih ingin mewarnai rambut, ada baiknya ikuti petunjuk-petunjuk berikut :bsy colorshine

  • Baca dengan teliti petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan. Pastikan produk sudah terdaftar BPOM, jika anda mewarnai rambut disalon, tanyakan produk apa yang mereka gunakan dan status keamanannya.
  • Mungkin anda sering mengabaikan tes alergi karena sudah tidak sabar ingin mendapatkan warna rambut yang baru. Padahal tes ini sangat penting, untuk menghindari efek yang tidak diinginkan.
  • Tes alergi bisa dilakukan dengan cara mengoleskan sedikit pewarna rambut pada area belakang telinga, kemudian diamkan selama 2 hari. Jika selama itu anda tidak merasakan efek yang aneh, maka anda bisa melanjutkan penggunaannya.
  • Jangan mencampur dua produk pewarna rambut sekaligus. Hal ini bisa merusak rambut dan kulit kepala.
  • Saat mewarnai rambut anda dirumah, lindungi tangan anda dengan sarung tangan.
  • Mungkin anda berfikir mendiamkan cat rambut lebih lama bisa membantu anda mendapatkan warna yang lebih kuat. Namun itu justru berpotensi membahayakan anda. Diamkan pewarna rambut meresap sesuai waktu yang ditentukan.
  • Hindari mewarnai alis atau bulu mata, karena akan meningkatkan resiko infeksi pada mata, bahkan kebutaan.
  • Seiring bertambahnya waktu, warna rambut akan berubah dan terlihat berbeda. Untuk meratakan warna, tak perlu mewarnai seluruhnya. Cukup pada bagian rambut yang ingin diwarnai, untuk menghindari kerusakan rambut.
  • Hindari tekhnik bleaching, karena teknik ini akan mengubah pigmen rambut dan membuatnya semakin rapuh.

Pewarnaan rambut memang menggiurkan, namun yang perlu anda perhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam pewarna tersebut aman atau tidak. Ikuti semua petunjuk dan peringatan pada kemasan untuk menghindari resiko yang ditimbulkan.

Semoga bermanfaat 🙂

 

intan